17 Juli 2016

Bukan Ide, Maaf, dan Pengumuman

Gini... aku belum dapat ide, aku belum nyelesain beberapa janji (walaupun nggak ada yang lihat *mungkin*) tapi mulai kelas 5, aku dituntut buat belajar lebih rajin sama ayah dan ibu. Aku kan belajarnya cuma waktu ulangan saja. Nha... walaupun kelas 6-nya masih luama, aku sudah HARUS belajar lebih ruajin, biar dapat ranking 1 lagi dengan nilai SUPER-DARR. Apalagi, walaupun nilaiku hampir semuanya 90 keatas, nilai PJOK-nya yang paling jelek. 80-an. Mungkin gara-gara emang dari dasarnya akunya yang males, ya? Olahraga lari saja hampir 1 bulan sekali. Jalan-jalan baru beberapa meter juga tumitku langsung sakit. Hehehehe...! Kabar yang lebih buruk lagi... setelah lulus MI, aku langsung dimasukkan ke pondok. Namanya Pondok At-Tahdzib, Ngoro, Jombang. Di sana boleh bawa HP, tapi dititipkan ke petugas. Mau komunikasi sama BFF-ku saja kelihatannya sulit, apalagi mau blogging. Ke Solo, cuma waktu Idul Fitri. Dan itu bukan ke Solo, tapi ke Madiun. Kalau kota, enggak masalah. Tapi ini di dusun, di dekat Telaga Ngebel, di kaki Gunung Wilis, di dekat perbatasan Ponorogo-Madiun. Tepatnya, Dusun Bulak, Desa Kradinan, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun. Hiks... menyedihkan. Jadi, kalau sempat (dan nggak lupa), aku bakal blogging. Tapi kabel data nggak punya buat mindah foto yang waktu di Dieng. Jadi... itu... hehehe... semampuku saja, yaaa! Dah!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar