2 Mei 2016

Mengenang Djaman Doeloe

Hai! A... ag... aga... agak.... L... la... lam... lama... y... ya... (tumben gugup banget, kesambet apa sih jadi gugup?) Agak lama ya, nggak mosting (langsung lancar, mana belum 3 hari lagi)!
Yaaa... ukeey langsung yuk (cepat banget ngapain?)! Eh, ngomong-ngomong, tadi HarDikNas ya? Atau setiap Sabtu, Jumat libur dan Minggu juga, malah pada bilang hari Sabtu itu HARPITNAS alias hari kejepit nasional! Ada-ada aja nih! Naaah... pada tau kan, HarDikNas itu... ya... biasanya tentang Ki Hadjar Dewantara alias Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, kan? Oh ya, sudah tau sekarang saatnya bahas keluargaku yang juga terlibat Belanda (sebagian). Katanya (INGET KATANYA) dulu Mbah Kakungku itu anak ke-2 dari 6 bersaudara, dan rumahnya di sekitar Alun-Alun Utara/Selatan Solo. Yang benar nggak tau, kan itu cerita! Ibuku aja belum lahir, apalagi Mbahku juga belum nikah. MASIH KECIL! SEKALI LAGI MASIH KECIL! Oke, lanjutkan. Katanyaaa.... Mbahku jalan lebih dari 1 km demi ke Taman Balekambang, Manahan, Banjarsari yang dekat rumahku demiiii... demiii.... demiiiiiii.... BUAH TALOOOK! Bah! Buat apa, coba? Padahal jedar-jedur pistol beruntun masih ada. Siapa tahu juga diculik Belanda. Pertanyaanya, bagaimana cara menembus perang? Apa seperti di Battle of Surabaya? Hanya Allah dan orang yang udah lahir yang tau. Ada lagi, katanyaaa... semua saudara Mbahku (termasuk Mbah) itu laki-laki kecuali yang bungsu (maaf mbah!) itu perempuan. Lebih seram, katanya waktu pergi main diculik Belanda dan sampai sekarang nggak ada! Terus mana? Hiii.... nggak tau, ah! Tapi aku juga nggak ingat, AKU BELUM LAHIR! Oke, udah dulu yaaa mau googlingan dulu (bermain google itu disebut apa? Googling? Kalau main blog kan blogging!)! Byeee....!!! ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar